Jumat, 19 Desember 2008

BHP

Novita Apriyani Arsitektur 2008
novi

Masalah merupakan suatu bagian dari kehidupan kita sebagai manusia. Kita tidak bias mengelak atas kehadirannya. Bangsa ini pun memiliki berbagai macam permasalahan layaknya seorang manusia. “Indonesi adalah negeri sejuta persoalan” kata-kata itu merupakan sepenggalan kalimat yang saya kutip dari harian Tempo yang telah menggambarkan keadaan bangsa Indonesia. Salah satu permasalahan yang telah melanda Indonesia adalah mengenai masalah kemahasiswaan.

Pemasalahan mengenai BHP (Badan Hukum Pendidikan) baru-baru ini menjadi isu yang hangat untuk dibicarakan. Istilah BHP ini muncul setelah adanya Undang-undang No. 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut meminta bahwa perguruan tinggi harus otonom, yaitu mampu mengelola lembaga dan keuangan secara mandiri. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, bentuk yang dinilai paling cocok adalah BHP.

Dengan adanya BHP, pendidikan akan lepas dari pemerintah, terutama menyangkut jaminan pendidikan oleh Undang-undang Dasar. Tanggung jawab pemerintah dalam hal mencerdaskan bangsa menjadi kabur dan tidak jelas.

BHP juga menghambat warga tidak mampu menikmati bangku perkuliahan lantaran biaya pendidkan yang mahal. Dalam hal ini yang paling dirugikan adalah rakyat miskin. Hal ini menghianati konstitusi, yang seharusnya pemerintah menanggung upaya pencerdasan bangsa tetapi dengan adanya BHP pemerintah seolah lepas tangan. Melihat dari pengalaman sebelumnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Milik Negara (PTN BHMN), biaya pendidikan sudah terasa mahal. BHP pun akan mengakibatkan sekolah-sekolah di pelosok mejadi semakin terbelakang. Hal itu disebabkan oleh otonomi pendidikan dan pencabutan subsidi yang dilakukan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, dampak BHP pun berimbas pada tenaga kerja di dalam kampus tersebut. Status kepegawaian mereka sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan menjadi tidak jelas. Mereka akan bekerja berdasarkan sistem kerja fleksibel dan kerja kontrak, sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan.

Berbagai aksi pun telah dilakukan oleh berbagai mahasiswa di seluru mahasiswa sebagai bagian dari bentuk penolakan terhadap BHP. Namun, entah bagaimana tanggpan pemerintah.

Leia Mais…

Semangat Gerakan Mahasiswa perlu dipertanyakan??

Mukhammad Latif

Teknik Elektro 2008

IKM Aktif 2008

Mahasiswa merupakan generasi muda moral dan intelektualitas yang mampu melakukan perubahan-perubahan nyata bagi bangsa Indonesia melalui kontribusi nyata yang dilakukannya. Kebangkitan bangsa ini merupakan suatu langkah cemerlang yang dulunya muncul dari kalangan mahasiswa untuk bangkit dari keterpurukan bangsa. Mahasiswa senantiasa bergerak dengan idealismenya demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Gerakan mahasiswa terbangun karena adanya etika no blese oblige (Burhan D. Magenda, 1997) yang didefinisikan sebagai suatu etika yang terbangun atas dasar semangat militansi dalam upaya pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan yang berfokus pada perjuangan membela kepentingan rakyat tumbuh karena beberapa hal, antara lain: mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik dan pandangan yang luas sehingga dapat bergerak di semua lapisan masyarakat; mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik selama menjalani kehidupannya di dunia kampus; mahasiswa dipandang sebagai kelompok elit dan golongan yang memiliki gaya hidup unik di kalangan kaum muda; mahasiswa dipandang sebagai kaum yang memiliki semangat dan idealism yang tinggi; serta mahasiswa rentan terlibat dalam pemikiran dan perdebatan sehingga memberi kesempatan mereka untuk dapat tampil dalam forum.

Namun, apa realita yang terjadi pada pergerakan mahasiswa saat ini?

Realita mengungkapkan jika gerakan mahasiswa-yang dulunya paling militan bahkan mempunyai daya dobrak yang sangat kuat terhadap dinamika pemerintahan Indonesia, seperti Gerakan Mahasiswa angkatan 1998 yang berhasil menggulingkan rezim Orde Baru-telah mengalami degradasi. Reformasi yang hanya bisa "Jalan Ditempat", artinya mahasiswa gagal dalam mengisi dan mengawali reformasi. Mahasiswa telah lengah dan membuang kesempatan untuk menyelamatkan bangsa ini yang sedang terjajah.

Fenomena melempemnya pergerakan mahasiswa pasca reformasi seakan-akan menunjukkan hilangnya roh dan semangat militant yang dulunya pernah berkharisma sepanjang sejarah bengsa Indonesia. Terdapat beberapa akar penyebab gerakan mahasiswa pasca reformasi kehilangan vitalitas perjuangan antara lain: terjadinya fragmentasi (perpecahan) intern dalam gerakan mahasiswa lantaran prinsip ideologi pada sekelompok mahasiswa yang condong mengarah pada "Perbedaan Idealisme" sehingga mengerucut menjadi perpecahan dalam pergerakan; munculnya kelompok mahasiswa yang Oportunis sehingga posisi mahasiswa dimanfaatkan untuk kepentingan individu tertentu; munculnya Apatisme di kalangan mahasiswa akan peranannya (sebagai Agent of Change, Iron Stock, dan Moral Forced). Hal ini mengakibatkan gerakan mahasiswa kehilangan roh dan mengalami dekadensi eksistensi di tengah masyarakat.

Lantas, bagaimana solusi untuk memanggil roh dan semangat kembali untuk melakukan pergerakan mahasiswa sebagaimana gerakan mahasiswa pada decade sebelumnya?

Pertama, membudayakan pemahaman sisi persamaan perjuangan dengan menerapkan sikap toleransi dalam perbedaan. Kedua, menjalin komunikasi antarsesama mahasiwa. Ketiga, membangun kembali independensi pergerakan mahasiswa mengingat mahasiswa adalah kelompok sejati, kuat, dan senantiasa berada di barisan terdepan dalam jajaran generasi muda. Keempat, membangun sikap kritis dan arif dalam memandang suatu permasalahan.

The big work (pekerjaan besar) yang harus dilakukan oleh mahasiswa kali ini adalah merekonstruksi solodaritas pergerakan, memulai gerakan mahasiswa yang lebih sistematis yang menepis fragmentasi wacana, menghindari fragmentasi gerakan demi menuju sinergitas bersama. Pergerakan mahasiswa harus dibangkitkan kembali sebagai pertanggungjawaban mahasiswa yang berani memulai Reformasi Indonesia.

Salam Perjuangan…

Leia Mais…

MAHASISWA HARAPAN BANGSA

Mahasiwa terhadap bangsanya


JANTERA
ELEKTRO
IKM AKTIF 2008
JANTERA
Kami adalah mahasiswa. Mahasiswa yang mampu menggerakkan puluhan bahkan ratusan tangan untuk bergandengan demi menunjukkan kebenaran dan keadilan. Mahasiwa dapat mengembangkan potensinya di dalam kampus atau membantu bangsa dengan cara menimba ilmu dan pengetahuan dengan benar dan tepat, mengembangkan minat dan bakat, bakti sosial, menciptakan pemikirian-pemikiran baru, dan kreativitas dalam kehidupan. Sikap adalah suatu tindakan yang paling penting di dalam diri yang mampu mengatur semua aktivitas maupun sifat. Sikap positif menunjukkan etika yang baik dan harus dimiliki setiap orang. Sikap seseorang akan menentukan karakteristik manusia dimana hal tersebut menunjukkan kebiasaan seseorang berupa baik atau buruk.

Jangan pernah heran apa yang pernah kita lakukan saat ini dengan masa lalu. Begitu juga dengan perkembangan yang tak menyangka kehidupannya semakin terpuruk yang mengakibatkan krisis pangan dan ekonomi. Lalu, apa komentar yang bisa keluarkan bila kejadian ini sudah terjadi. Entah kenapa peran mahasiswa yang sebagai gerakan bangsa. Apakah dengan hal ini mahasiswa harus bertanggung jawab atas bangsa apabila bangsa mengalami suatu masalah besar. Namun apa yang terjadi dengan mahasiswa masa kini. Mungkin seseorang semangat ingin mendapatkan status mahasiswa namun apabila telah ia peroleh , entah mengapa aktivitas mahasiswa menjadi alasan kesibukan di luar kepedulian terhadap bangsanya. Padahal kepedulian terhadap tingginya suatu ajang maupun tantang yang dapat dilihat dengan perbandingan-perbandingan yang serupa. Kontribusi yang timbul akan menciptakan semangat pejuang muda.

Leia Mais…

Deskripsi Engineering Leadership Training 2008

At first, kami terkesan sekali dengan program pelatihan ini. ELT merupakan sarana bagi kita untuk mendapat pengetahuan mengenai 'leadership skill'. Bagi yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan yang tahu menjadi lebih tahu. Dan yang terpenting adalah tiada kata terlambat untuk memulai.

Engineering Leadership Training 2008 (ELT 2008) merupakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa yang dikhususkan bagi mahasiswa Teknik angkatan 2006, 2007, dan 2008. Kegiatan ini merupakan tahap kaderisasi lanjutan setelah melewati proses PPAM, Mabim, hingga Prosesi Pelantikan Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Aktif bagi mahasiswa Teknik agar siap untuk terjun dan berkontribusi langsung ke dalam suatu lembaga kemahasiswaan, baik di tingkat Fakultas maupun Universitas, dengan bekal kepemimpinan yang mapan. ELT juga bisa disebut sebagai jalan akselerasi bagi mahasiswa Teknik agar mampu mengetahui, mengkritisi, serta mencari solusi terhadap permasalahan yang ada, baik dalam dunia kemahasiswaan maupun bangsa Indonesia.

ELT (Engineering Leadership Training) adalah ajang bagi kita khususnya mahasiswa FT-UI untuk mendalami ilmu kepemimpinan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. ELT memberikan pelatihan yang memang sangat dibutuhkan oleh kalangan generasi masa depan untuk memimpin bangsa ini (Dalam hal ini adalah kita -mahasiswa- sebagai 'agent of change').

Dengan jargonnya yang inovatif, yaitu "Melangkah Penuh Makna", kali ini panitia ELT 2008, yang didominasi oleh mahasiswa Teknik angkatan 2005, mampu menyelenggarakan kegiatan ini dengan penampilan yang berbeda dan lebih inisiatif (seru) dari tahun sebelumnya. Angkatan ELT 2008 kali ini merupakan Angkatan Kedua selama penyelenggaraan ELT di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Untuk bisa lolos menjadi peserta ke acara puncak ELT 2008 pada tanggal 20-21 Desember 2008, panitia kegiatan ELT tentunya mengadakan suatu tahap seleksi yang cukup ketat, dimana peserta harus mengikuti mentoring dan mengerjakan tugas dengan tujuan untuk menguji sejauh mana tingkat keseriusan dan konsistensi peserta terhadap kegiatan ELT itu sendiri. Panitia kegiatan ELT kali ini mempunyai misi yang cukup menarik dan bermanfaat bagi pesertanya. Dengan mengikuti ELT, kita-mahasiswa IKM Aktif Teknik Universitas Indonesia-dibimbing agar mengetahui dan mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan yang kita miliki. Kita akan mengetahui bagaimana rumitnya masalah yang terjadi dalam dunia kemahasiswaan, baik di tingkat Fakultas dan Universitas. Kita juga akan mengetahui segala permasalahan bangsa yang hingga kini tidak ada ujung penyelesaiannya. Kemudian kita, para mahasiswa Teknik, dituntut untuk mengkritisi dan mencari solusi dari permasalahan yang terjadi pada bangsa ini, bangsa Indonesia. Selain itu, kita juga akan dibekali dengan materi Entrepreneurship agar kita mampu menjadi seorang Entrepreneur yang handal dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Skill kepemimpinan pada dasarnya merupakan fitrah bagi manusia. Believe it or not, setiap manusia merupakan pemimpin. Contoh yang paling sederhana adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah bahwa manusia berperan sebagai khalifat fi al-ardh (khalifah di bumi). Maka sudah menjadi kewajiban bagi manusia itu sendiri untuk mengasah kemampuan kepemimpinan tersebut. Oleh karena itu, kita dalam memosisikan diri sebagai mahasiswa maupun sebagai manusia dengan peran yang lain, kita perlu memahami prinsip-prinsip dasar kepemimpinan mengingat kondisi negara kita yang membutuhkan pemimpin yang berkualitas dan bermoral.

Banyak materi-materi yang akan kita dapatkan selama mengikuti ELT 2008, diantaranya Pengenalan dan Penggalian Potensi Diri, Dinamika Kemahasiswaan, Entrepreneurship, Wawasan dan Isu Global, dan Leadership skill. Selain itu, panitia juga akan menghadirkan tokoh-tokoh yang memegang peranan penting selama pergerakan dunia kemahasiswaan dan bangsa Indonesia. Tentunya hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memotivasi para pesertanya agar semakin bersemangat untuk berkontribusi dan menjadi pemimpin bangsa yang bijaksana dan tangguh.

Pada dasarnya, output yang diharapkan oleh panitia dengan menyelenggarakan kegiatan Engineering Leadership Training 2008 kepada para peserta-yaitu mahasiswa IKM Aktif Teknik angkatan 2006, 2007, dan 2008-adalah Pemimpin-pemimpin Muda yang Bermanfaat bagi Lingkungan Masyarakat serta mampu Mengubah Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan. At last, ELT sangat membantu kita membentuk pola pikir manusia yang mandiri dan terarah sebagaimana seorang mahasiswa yang siap untuk menjadi pemimpin masa depan.

Hidup mahasiswa!! Hidup Rakyat Indonesia!!

Laskar Pejuang Muda dan Rekan-rekan seperjuangan......








Leia Mais…

UU BHP

Aslm...
Dah tau kan klo 17 des 2008 RUU BHP disahkan? Ketika terjadi penolakan di beberapa daerah di Indonesia terhadap UU ini, komisi x akhirnya mensahkan UU ini. UU kontroversial ini disahkan dengan dibarengi aksi di dalam dan di luar gedung DPR RI oleh sejumlah mahasiswa yang berasal dari UI, UNJ, dan ITB.

Menurut beberapa kalangan, UU ini memang banyak celahnya. Tapi sebelum kita bahas per pasal filosofis dari UU ini pun menginginkan pendidikan sebagai institusi privat. Artinya, pemerintah seakan lepas tangan dari pengelolaan pendidikan di Indonesia.

Sebelum BHP, beberapa kampus negeri masih berstatus BHMN, termasuk kampus UI. Ketika masih menjadi BHMN kemandirian yang dimaksud saja masih jauh dari tercapai apalagi jika BHP itu diterapkan,proses pengawasannya pun lebih rentan dengan penyelewengan.
Ada beberapa poin penting yang dianggap bermasalah ketika BHP diterapkan, diantaranya:

1. Perihal pendanaan. disebutkan dalam UU tersebut bahwa peserta didik menanggung 1/3 dari biaya operasional pendidikan. disini tidak dijelaskan biaya operasional yang sejumlah apa yang diterapkan di institusi tersebut. jika tujuannya meningkatkan kualitas dan konsekuensinya adalah membutuhkan dana sehingga 1/3 dari peserta didik jumlahnya bertambah karena biaya operasionalnya juga bertambah.
2. Perihal Pembubaran. Layaknya Perseroan Terbatas BHP juga bisa dinyatakn pailit secara hukum. bayangkan jika masih ada puluhan ribu siswa atau mahasiswa yang harus menyelesaikan studinya tapi beberapa saat kemudian berhenti tiba-tiba karena institusinya bangkrut. Tidak ada yang menjamin bahwa dengan diberlakukannya BHP, penyelenggara pendidikan dapat 100% menjaga stabilitas internal. keadaan keuangan BHP sedikit banyak terpengaruh oleh keadaan ekoomi di lapangan.

Dua poin di atas hanya sekelumit dari permasalahan yang ada pada UU BHP. di pasal2 lain juga terjadi kejanggalan..

Salam Persahabatan
M. FIrdaus TI 2006

Leia Mais…

Analisis Lembaga Eksekutif di Tahun 2009


M. Firdaus
Teknik Industri 2006
IKM Aktif FTUI 2007

BEM FT UI adalah lembaga eksekutif yang memiliki peran penting dalam kehidupan kemahasiswaan di Fakultas Teknik. Salah satu tujuan utama dari eksistensi lembaga ini adalah terbentuknya kehidupan kemahasiswaan yang kondusif. Artinya, BEM FT UI dapat dengan optimal menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan kebutuhan warganya.

Dinamika kehidupan kemahasiswaan di FT UI memiliki karakter yang khas di setiap masa kepengurusannya. Artinya, kebutuhan dan tantangan yang ada juga berubah seiring dengan berjalannya waktu. Perubahan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya input mahasiswa setiap tahun, pola birokrasi yang ada, dan faktor-faktor lainnya.

BEM FT UI 2009 tentunya juga memiliki analisis yang khas. Ada beberapa kondisi yang secara langsung atau tidak, juga mempengaruhi kehidupan kemahasiswaan yang ada. Salah satu yang menjadi sorotan adalah mahasiswa baru 2008. Dari data yang ada, jumlah mahasiswa FT UI angkatan 2008 mencapai 1000 orang lebih. Sebuah rekor baru jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah yang besar ini juga dipengaruhi dengan adanya jurusan baru di FT UI, seperti, Arsitektur Interior dan Teknologi Bio Proses serta adanya penambahan kapasitas dibeberapa jurusan lainnya. Jumlah ini menunjukkan tingkat variasi yang cukup tinggi di antara mahasiswa 2008. Mulai dari tingkat kebutuhan, ekonomi, karakteristik, dan lain sebagainya. Jelas, hal ini juga akan mempengaruhi pola kemahasiswaan yang ada di tahun 2009 karena mahasiswa 2008 akan memiliki dua peran di tahun 2009, yaitu sebagai subjek dan objek. Namun, tidak sepenuhnya input yang ada dapat mempengaruhi kondisi kemahasiswaan di tahun 2009. Peran pembinaan 2008 juga harus diperhitungkan sebagai salah satu perangkat yang digunakan untuk membentuk mahasiswa angkatan 2008. Tentu perlu analisis lebih mendalam lagi tentang hasil dari pembinaan untuk angkatan 2008. Oleh karena itu, BEM FT UI 2009 dengan lembaga kemahasiswaan lain di IKM FT UI harus dengan cermat untuk mengelola ‘energi’ yang besar ini.

Hal penting lain adalah menjadikan BEM FT UI menjadi lembaga kemahasiswaan yang ‘tepat guna’. Artinya, kedepan BEM FT UI harus lebih dekat dan mengetahui akan kebutuhan-kebutuhan warganya. Memang disadari betul, sangatlah sulit untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada tapi dengan penggunaan prioritas diharapkan kebutuhan-kebutuhan mendasar tetap dapat terpenuhi. Poin ini sangat signifikan karena dapat mengetahui feedback langsung dari warga terhadap eksistensi BEM FT UI. Feedback yang produktif sangat mempengaruhi animo warga untuk berpartisipasi dalam agenda kemahasiswaan yang ada. Tentu hal ini akan mendukung terbentuknya iklim kemahasiswaan yang dinamis. Intinya, keterampilan dalam ‘menampilkan’ sesuatu yang tepat guna sangatlah penting karena akan mendukung tingkat partisipasi dan kontribusi warga FT.

Di tahun 2009, BEM FT UI juga akan banyak berinteraksi dengan pihak biroktat, dalam hal ini adalah Dekanat FT UI. Beberapa agenda penting yang juga membutuhkan komunikasi dengan pihak Dekanat, antara lain keringanan BOP semester Genap dan Advokasi mahasiswa baru angkatan 2009. Masih segar diingatan kita ketika terjadi sedikit protes dari orang tua mahasiswa angakatan 2008 kepada tim advokasi FT, termasuk Dekanat di dalamnya. Jelas hal tersebut tidak diinginkan lagi terjadi walaupun tidak 100 % evaluasinya ada di tingkat fakultas karena pemberlakuan sistem baru ini juga melibatkan Rektorat sebagai pengambil keputusan di tingkat Universitas. Ke depannya BEM FT UI akan banyak terlibat dalam pembenahan permasalahan ini. DI tingkat Universitas pun demikian, BEM FT dengan lembaga eksekutif fakultas lain serta BEM UI tentunya juga akan terlibat dalam hal perumusan sistem masuk mahasiswa baru, mulai dari pemberlakuan BOP berkeadilan hingga sistem ujian masuk UI yang menurut beberapa orang masih menjadi kontroversi.

Selain itu komunikasi dengan Dekanat juga harus dilakukan terkait dengan pemberian izin agenda-agenda kemahasiswaan tingkat Fakultas dan Departemen. Kita juga masih ingat ketika ada beberapa agenda kemahasiswaan yang dikritisi bahkan tidak disetujui oleh Dekanat. Dengan tidak melupakan evaluasi yang ada, agenda tersebut tetap memiliki esensi terutama untuk membentuk mahasiswa yang idealis dan dapat beradaptasi dengan kehidupan kampus. Disadari atau tidak, agenda kemahasiswaan adalah salah satu factor yang mempengaruhi kultur di Fakultas ini. Mahasiswa Teknik yang dikenal konkret adalah salah satu indicator bahwa agenda kemahasiswaan yang ada masih layak untuk diterapkan. NAmun bukan tidak mungkin kedepannya akan ada perubahan formulasi mengingat kondisi yang sedikit banyak juga berubah. Singkatnya, dengan prinsip continuous improvement agenda kemahasiswaan di FT masih merupakan sebuah kebutuhan untuk membentuk karakter mahasiswa yang sejati.




Leia Mais…