Sabtu, 20 Desember 2008

Ada Apa dengan Cinta ?

ADA APA DENGAN CINTA ?

Cinta mungkin hanya sebuah kata yang tak akan pernah bermakna jika hanya diucap saja. Ini sangat erat dengan perasaan. Ketika hati berkata cinta…itu jauh lebih berharga daripada sejuta cinta yang hanya diucapkan Yang akan dibahas disini bukanlah cinta dari sebuah film romantis ataupun novel remaja. Bukan pula sebuah cinta antar insan manusia, tetapi jauh lebih mendalam dari itu semua yaitu Ada apa dengan Cinta … Cinta kita terhadap Indonesia ? Sedalam apakah Cinta kalian terhadap Bangsa Indonesia ? Bisakah kalian menjawabnya ….

Sebenarnya pertanyaan itu tidak perlu dijawab hanya perlu direnungkan. Kita renungkan hal – hal apakah yang pernah kita korbankan untuk Indonesia ? Dan adakah kita menyisakan sebagian kecil di dalam otak kita untuk memikirkan bangsa ini ?

Sewaktu kalian memberikan hormat terhadap merah putih dengan di iringi lagu kebangsaan Indonesia Raya pada waktu masa – masa sekolahan apa yang kalian rasakan ? Lelah ? Pegal atau bosan ? Coba sekarang kalian pandangi bendera merah putih yang berkibar? Pernahkah terbesit dalam pikiran kalian, Bagaimana prosesnya sehingga bendera itu bisa berkibar dengan bebasnya ? Yang pasti proses bendera itu bisa dikibarkan seperti ini bukan dari membelinya di pasar, tetapi dengan penuh perjuangan orang – orang dulu berhasil mengusir penjajah meski hanya bersenjatakan bambu runcing dan bertamengkan sebuah semangat, berjuta orang merelakan hidupnya untuk sebuah perjuangan. Demi sebuah kata yaitu ‘MERDEKA’ dan Bendera Merah Putihpun berkibar dengan semangat, darah dan air mata mengiringinya. Kita yang hanya sejenak untuk memberikan hormat pun merasa lelah, apa ini yang namanya cinta INDONESIA ?

BERSAMBUNG …

Leia Mais…

resume elt 20 desember 2008

IMANIAR SOFIA

ARSITEKTUR 20

di hari pertama puncak elt, kami para peserta elt menuju auditorium..hhe. ngapain? dengerin ceramah yang bermutu dan berat. ohmigod..fiuh, lelah juga kemarin. tepatnya otak saya yang lelah..hha.

sebelum ceramah2 dimulai, kami ditagih pr mrmbaca buku Indonesia Militan yang kebetulan blum saya baca. dan dari beberapa orang yang sudah membaca, saya baru tahu bahwa militan itu suatu rasa keloyalan terhadap sesuatu yang berharga (dalam konteks ini : bangsa) yang diwujudkan dengan perilaku pantang mundur untuk memajukannya dan mempertahankannya.

ceramah pertama diisi oleh mantan ketua MPM, kak Hendro. yang saya tangkap dari isi ceramahnya yang idealis,cieh, adalah mengenai keidependenan dan keeksklusivan IKMFTUI. hahaha. narsis berat deh ni orang sama IKMFTUI. kak Hendro menegaskan bahwa kita tak selayaknya tunduk semena-mena pada birokrat. dia bercerita kalo dulu FTUI nggak sebegitunya diatur sama birokrat, namun sekarang birokrasi sungguh sulit dilakukan. bahka, semua perijinan harus ditujukan kepada rektorat, meskipun hanya remeh temeh. adanya badan audit keuangan juga akan membatasi gerak IKMFTUI. waw. kak Hendro menyayangkan kalo dulu IKMFTUI sangatlah bebas dan berani turun dibanding sekarang. saat jaman dia dulu, birokrasi tidaklah serumit saat ini. hm..gitu ya.. namun sayangnya kak Hendro nggak memberi penjelasan mengapa rektorat menjadi sangat ikut campur. dia hanya memberikan sudut pandang IKMFTUI saja. tidak memberikan sisi yang lebih luas..hehehe. kemaren saya ingin nanya, tapi malu ><....

selanjutnya kak Yulan yang menjadi pembicara, dia njelasin tentang Muker VI. ada 4 poina dalam muker tersebut. latar belakang, arti penting, produk, dan hal baru. hal yang penting diingat mungkin adalah hasil muker tsb kali ya..hhe. pada muker kemarin membahas tentang kelengkapan identitas (lambang, visi misi, kode etik). yang tak kalah penting, adalah arti penting muker adalah adanya kedinamisan, evitalisasi IKM, dan ketetapan hukum yang ada. hehehe. oiya, kak Yulan juga menjelaskan bahwa kita sebagai anggota aktif harus bisa membina anggota muda. ilmu yang kita dapatkan (yang harusnya lebih dari mereka) harus kita transfer sebagai anggota IKM aktif..wew..

..istirah solat makan

nah, setelah istirahat, ceramah diisi oleh kak Ahmad Fathul Bari mantan ketua BEM UI 2006-2007. wew..sangatlah oke materi yang dia sampaikan. tepatnya, sangatlah berat.. dia menjelaskan tentang mahasiswa sebagai creative minority, kemudian menyebutkan bahwa ada 4 macam realitas gerakan mahasiswa (disorientasi, fragmentasi, posisioning, kesinergisan, pola dan strategi)..wah, mulai berat nih.,,hehe. jadi, kita mahasiswa bisa melakukan disorientasi atau keluar dari tujuan. contohnya adalah saat turunnya Suharto. kemudian adanya fragmentasi atau pembagian2 menurut isu wilayahnya. masalah posisioning, mahasiswa jadi bingung saat reformasi karena sudah banyak bermunculan yang indeenden mengingatkan pemerintahan(misalnya KPK). lalu, kesinergisan sangat kita perlukan, misal saat turun aksi. mahasiswa hrusnya sudah memikirkan matang2 tentang acara demo2an yang akan dilakukan.

Leia Mais…

Reformasi Birokrasi

Rama Raditya 0806337926
Teknik Industri
Reformasi Birokrasi
Apa pendapat teman-teman tentang birokrasi? Sebagian besar pasti akan menjawab rumit, pungli, lama, dan sebagainya. Hal-hal inilah yang akan kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari dalam mengurus SIM, KTP, STNK, passport, dan berbagai macam perizinan lainnya. Inilah salah satu potret buram birokrasi Indonesia. Sebenarnya birokrasi adalah hal yang baik. Menurut Weber, birokrasi itu mengatur hierarki autoritas, pemilihan pegawai, regulasi, impersonality, dan orientasi karier. Namun pelaksanaan birokrasi di Indonesia warisan Orde Baru masih menyimpan keburukan-keburukan berupa tidak professionalnya pegawai, jumlah birokrasi yang terlalu banyak, bahkan banyak pejabat yang menyalah gunakan jabatan. Oleh karena itu, sejak memasuki era reformasi, dimulailah suatu gerakan untuk mereformasi birokrasi Indonesia.
Menurut Mentri Pendaygunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi, secara ringkas, visi reformasi birokrasi adalah terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). Sedangkan misi reformasi birokrasi adalah membangun, menata ulang,menyempurnakan, membina, dan menertibkan birokrasi pemerintahan, agar mampu dan komunikatif dalam menjalankan peranan dan fungsinya.Target dan sasaran reformasi birokrasi ada lima hal:
1. Terbentuknya birokrasi yang bersih
2. Birokrasi yang efisien dan efisien
3. Birokrasi yang transparan
4. Birokrasi yang melayani masyarakat dengan maksimal
5. Birokrasi yang terdesentralisasi
Reformasi birokrasi itu sendiri terfokus pada lima bidang:
1. Penataan kelembagaan dan penyederhanaan ketatalaksanaan
2. Peningkatan kapasitas SDM
3. Pencegahan dan pemberantasan KKN
4. Pengembangan pelayanan prima
5. Implementasi e-Government
Saat ini salah satu contoh departemen yang sudah melakukan reformasi birokrasi adalah departemen keuangan. Departemen ini mulai melakukan reformasi dibawah kepemimpinan Mentri Keuangan Sri Mulyani. Contoh yang paling spektakuler adalah 6.475 standard operating procedures (SOP), yang mengatur dengan rinci mekanisme pelayanan, lama pelayanan, serta berapa biaya pelayanan. Hal ini ditujukan untuk peningkatan pelayanan prima. Contohnya, pelayanan penerbitan surat perintah pencairan dana (SP2D) dijanjikan paling lambat satu jam setelah dokumen diterima lengkap, penerbitan NPWP dalam satu hari, sampai pelayanan bea cukai yang cepat. Untuk masalah kedisiplinan pegawai, depkeu mendenda pegawainya sebesar 600 ribu (that’s hurt) bagi yang terlambat walaupun cuma 1menit (Bapak saya kerja di depkeu). Selain itu reformasi renumerasi juga dilakukan dengan basis kinerja, sehingga kini terdapat 27 grade, dengan rentang terendah Rp 1.330.000 (grade 27) dan tertinggi Rp 46.950.000 (grade 1). Renumerasi yang cukup kompetitif berfungsi untuk mengurangi penyalahgunakan kekuasaan dan meningkat produktivitas pegawai.
Selain departemen keuangan, ada juga sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang sedang gencar melakukan reformasi birokrasi bernama Kabupaten Sragen. Dalam mewujudkan reformasi birokrasi dalam jajarannya, Pemkab Sragen melakukan beberapa langkah di antaranya :
1. Perubahan paradigma dilayani menjadi melayani. Sikap ambtenaar PNS diubah menjadi sikap melayani.
2. Mewujudkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dengan mengoptimalkan peran satuan kerja/dinas & inovasi kelembagaan. Misalnya : pembentukan Kantor Pelayanan Terpadu, Tim marketing, Tim Pemantau Fisik.
3. Pengelolaan Keuangan yang efisien dengan Memangkas kegiatan rutin yang tidak efisien
4. Desentralisasi kewenangan ke Kecamatan/desa melalui small management. Kelima, memanfaatkan IT untuk e-government.
5. Pemanfaatan TI untuk e-Government.
Seluruh pelayanan masyarakat dipusatkan di Kantor Pelayanan Terpadu (KPT). Dampak positif dari reformasi birokrasi di Sragen berupa peningkatan investasi karena mudahnya perijinan, semakin efisiennya perijinan ditandai dengan menurunnya waktu pelayanan, dan bahkan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Departemen Keuangan sebagai departemen yang paling rumit se-Indonesia dan kabupaten Sragen telah membuktika keberhasilan mereka dalam melakukan reformasi birokrasi. Walaupun mengalami kendala dalam penerapannya, melalui reformasi birokrasi akan menciptakan birokrasi yang bersih, efisien, dan cepat sehingga meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Sanggupkah reformasi birokrasi ini diimplementasikan di seluruh Indonesia?

Leia Mais…

Mahasiswa dan survivalitas

By : M. Arif Nasrullah (0806456165)

Kita hidup di zaman yang serba sulit. Dimana setiap individu manusia harus berjuang mati-matian untuk tetap survive. Dimana beberapa orang masih memiliki pola pikir seperti ini : sekolah yang rajin - pinter - kerja - dapat uang untuk hidup. Indonesia banyak memiliki penduduk tipe seperti ini. For your information, pola pikir seperti itu tidak selamanya menjamin seseorang untuk tetap survive dalam kehidupan yang kejam ini.

Lantas sebenarnya pola hidup yang seperti apa yang kita butuhkan untuk dapat survive dalam hidup ini??

Banyak orang tua yang menginginkan anaknya mendapat pekerjaan dan sukses dalam karirnya. Beberapa dari mereka sering menasehati anaknya sbb :
"Nak kamu sekolah yang pinter ya! Nanti biar gampang cari kerja."
Pola pikir orang tua yang seperti ini dikatakan old-style dan tidak diikuti dengan pertimbangan mengenai perkembangan zaman saat ini (Zaman mereka tentunya berbeda dengan zaman kita). Pada zaman mereka jumlah penduduk tidak lebih banyak dibadingkan dengan jumlah lapangan kerja sehingga mereka yang berpendidikan tinggi dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Sedangkan pada zaman kita, jangan harap mahasiswa yang bergelar sarjana mudah mendapat pekerjaan. Yang ada bahkan persaingan yang ketat untuk memperebutkan pekerjaan dengan gaji yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup (Dengan catatan suatu saat ketika perusahaan bangkrut, siap-siap saja dipecat!).

Mahasiswa harus mamahami kondisi ini dengan baik dan mencari solusi terbaik atas permasalahan ini untuk tetap dapat survive dalam kondisi apapun. Pola pikir old-style -tinggalkanlah- ganti dengan pola pikir yang lebih mantap dan menjanjikan.
Seperti yang kita ketahui, esensi dari pendidikan adalah melahirkan SDM yang mantap dan berkualitas serta mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di Indonesia pendidikan seperti mengarahkan peserta didik untuk siap lepas landas bergelut di dunia kerja, bersaing menjual ijazah. Sementara, yang kita butuhkan adalah pendidikan kemandirian untuk dapat survive di dunia yang kejam ini. Kita menginginkan masa depan yang cerah dan terjamin.

Last but not least, saya dapat mengatakn bahwa gelar sarjana bagi seorang mahasiswa tidak dapat 100 % menjamin atas kesuksesannya kecuali diimbangi dengan pola pikir mandiri dan kemampuan 'leadership' yang mumpuni.

Leia Mais…

Profil Laskar Pejuang Muda

Nama : Mukhammad Latif

Jurusan : Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Tempat/tanggal lahir : Pasuruan, 21 September 1990

Alamat : Kelurahan Krapyak rejo no. 40, Kecamatan Gading rejo,Pasuruan 67137, Jawa Timur

Motto hidup : Jadilah orang yang tidak hanya sukses, tetapi juga orang yang bermakna...


Muhamad Firdaus

Teknik Industri 2006 FAkultas Teknik Universitas Indonesia

Jakarta, 31 Januari 1988

Jl Pala 7 no. 20 Kotabaru, Bekasi Barat, 17133

Motto: people, transformation, and contribution

Imaniar Sofia Asharhani

Arsitektur 2008 Universitas Indonesia

Gombong,11 April 1990

Sapen GK I/357, Yogyakarta

moto : tetap sehat, tetap semangat, open mind, open heart, lets grow up :D


Rizky Noviandri

Arsitektur 2008 Universitas Indonesia

Jakarta, 25 November 1989


Novita Apriyani

Arsitektur 2008 Universitas Indonesia

Jakarta, 18 April 1989


Mochammad Arif Nasrullah

Arsitektur 2008 Universitas Indonesia

Jakarta, 14 Juni 1990

Pondok Ungu Permai, Blok G2 no.5

RT/RW : 01/11. Kel. Kaliabang Tengah

Motto : Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti!

Nama :Rama Raditya
Tempat tanggal lahir :Jakarta, 29 Januari 1990
Jurusan :Teknik Industri UI
Alamat :Jalan Jalak, Tangerang
Motto :Hari besok harus lebih baik dari hari ini

Leia Mais…