By : M. Arif Nasrullah (0806456165)
Kita hidup di zaman yang serba sulit. Dimana setiap individu manusia harus berjuang mati-matian untuk tetap survive. Dimana beberapa orang masih memiliki pola pikir seperti ini : sekolah yang rajin - pinter - kerja - dapat uang untuk hidup. Indonesia banyak memiliki penduduk tipe seperti ini. For your information, pola pikir seperti itu tidak selamanya menjamin seseorang untuk tetap survive dalam kehidupan yang kejam ini.
Lantas sebenarnya pola hidup yang seperti apa yang kita butuhkan untuk dapat survive dalam hidup ini??
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya mendapat pekerjaan dan sukses dalam karirnya. Beberapa dari mereka sering menasehati anaknya sbb :
"Nak kamu sekolah yang pinter ya! Nanti biar gampang cari kerja."
Pola pikir orang tua yang seperti ini dikatakan old-style dan tidak diikuti dengan pertimbangan mengenai perkembangan zaman saat ini (Zaman mereka tentunya berbeda dengan zaman kita). Pada zaman mereka jumlah penduduk tidak lebih banyak dibadingkan dengan jumlah lapangan kerja sehingga mereka yang berpendidikan tinggi dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Sedangkan pada zaman kita, jangan harap mahasiswa yang bergelar sarjana mudah mendapat pekerjaan. Yang ada bahkan persaingan yang ketat untuk memperebutkan pekerjaan dengan gaji yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup (Dengan catatan suatu saat ketika perusahaan bangkrut, siap-siap saja dipecat!).
Mahasiswa harus mamahami kondisi ini dengan baik dan mencari solusi terbaik atas permasalahan ini untuk tetap dapat survive dalam kondisi apapun. Pola pikir old-style -tinggalkanlah- ganti dengan pola pikir yang lebih mantap dan menjanjikan.
Seperti yang kita ketahui, esensi dari pendidikan adalah melahirkan SDM yang mantap dan berkualitas serta mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di Indonesia pendidikan seperti mengarahkan peserta didik untuk siap lepas landas bergelut di dunia kerja, bersaing menjual ijazah. Sementara, yang kita butuhkan adalah pendidikan kemandirian untuk dapat survive di dunia yang kejam ini. Kita menginginkan masa depan yang cerah dan terjamin.
Last but not least, saya dapat mengatakn bahwa gelar sarjana bagi seorang mahasiswa tidak dapat 100 % menjamin atas kesuksesannya kecuali diimbangi dengan pola pikir mandiri dan kemampuan 'leadership' yang mumpuni.
Buku Bagus
4 minggu yang lalu
0 comments:
Poskan Komentar