M. Firdaus
Teknik Industri 2006
IKM Aktif FTUI 2007
BEM FT UI adalah lembaga eksekutif yang memiliki peran penting dalam kehidupan kemahasiswaan di Fakultas Teknik. Salah satu tujuan utama dari eksistensi lembaga ini adalah terbentuknya kehidupan kemahasiswaan yang kondusif. Artinya, BEM FT UI dapat dengan optimal menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan kebutuhan warganya.
Dinamika kehidupan kemahasiswaan di FT UI memiliki karakter yang khas di setiap masa kepengurusannya. Artinya, kebutuhan dan tantangan yang ada juga berubah seiring dengan berjalannya waktu. Perubahan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya input mahasiswa setiap tahun, pola birokrasi yang ada, dan faktor-faktor lainnya.
BEM FT UI 2009 tentunya juga memiliki analisis yang khas. Ada beberapa kondisi yang secara langsung atau tidak, juga mempengaruhi kehidupan kemahasiswaan yang ada. Salah satu yang menjadi sorotan adalah mahasiswa baru 2008. Dari data yang ada, jumlah mahasiswa FT UI angkatan 2008 mencapai 1000 orang lebih. Sebuah rekor baru jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah yang besar ini juga dipengaruhi dengan adanya jurusan baru di FT UI, seperti, Arsitektur Interior dan Teknologi Bio Proses serta adanya penambahan kapasitas dibeberapa jurusan lainnya. Jumlah ini menunjukkan tingkat variasi yang cukup tinggi di antara mahasiswa 2008. Mulai dari tingkat kebutuhan, ekonomi, karakteristik, dan lain sebagainya. Jelas, hal ini juga akan mempengaruhi pola kemahasiswaan yang ada di tahun 2009 karena mahasiswa 2008 akan memiliki dua peran di tahun 2009, yaitu sebagai subjek dan objek. Namun, tidak sepenuhnya input yang ada dapat mempengaruhi kondisi kemahasiswaan di tahun 2009. Peran pembinaan 2008 juga harus diperhitungkan sebagai salah satu perangkat yang digunakan untuk membentuk mahasiswa angkatan 2008. Tentu perlu analisis lebih mendalam lagi tentang hasil dari pembinaan untuk angkatan 2008. Oleh karena itu, BEM FT UI 2009 dengan lembaga kemahasiswaan lain di IKM FT UI harus dengan cermat untuk mengelola ‘energi’ yang besar ini.
Hal penting lain adalah menjadikan BEM FT UI menjadi lembaga kemahasiswaan yang ‘tepat guna’. Artinya, kedepan BEM FT UI harus lebih dekat dan mengetahui akan kebutuhan-kebutuhan warganya. Memang disadari betul, sangatlah sulit untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada tapi dengan penggunaan prioritas diharapkan kebutuhan-kebutuhan mendasar tetap dapat terpenuhi. Poin ini sangat signifikan karena dapat mengetahui feedback langsung dari warga terhadap eksistensi BEM FT UI. Feedback yang produktif sangat mempengaruhi animo warga untuk berpartisipasi dalam agenda kemahasiswaan yang ada. Tentu hal ini akan mendukung terbentuknya iklim kemahasiswaan yang dinamis. Intinya, keterampilan dalam ‘menampilkan’ sesuatu yang tepat guna sangatlah penting karena akan mendukung tingkat partisipasi dan kontribusi warga FT.
Di tahun 2009, BEM FT UI juga akan banyak berinteraksi dengan pihak biroktat, dalam hal ini adalah Dekanat FT UI. Beberapa agenda penting yang juga membutuhkan komunikasi dengan pihak Dekanat, antara lain keringanan BOP semester Genap dan Advokasi mahasiswa baru angkatan 2009. Masih segar diingatan kita ketika terjadi sedikit protes dari orang tua mahasiswa angakatan 2008 kepada tim advokasi FT, termasuk Dekanat di dalamnya. Jelas hal tersebut tidak diinginkan lagi terjadi walaupun tidak 100 % evaluasinya ada di tingkat fakultas karena pemberlakuan sistem baru ini juga melibatkan Rektorat sebagai pengambil keputusan di tingkat Universitas. Ke depannya BEM FT UI akan banyak terlibat dalam pembenahan permasalahan ini. DI tingkat Universitas pun demikian, BEM FT dengan lembaga eksekutif fakultas lain serta BEM UI tentunya juga akan terlibat dalam hal perumusan sistem masuk mahasiswa baru, mulai dari pemberlakuan BOP berkeadilan hingga sistem ujian masuk UI yang menurut beberapa orang masih menjadi kontroversi.
Selain itu komunikasi dengan Dekanat juga harus dilakukan terkait dengan pemberian izin agenda-agenda kemahasiswaan tingkat Fakultas dan Departemen. Kita juga masih ingat ketika ada beberapa agenda kemahasiswaan yang dikritisi bahkan tidak disetujui oleh Dekanat. Dengan tidak melupakan evaluasi yang ada, agenda tersebut tetap memiliki esensi terutama untuk membentuk mahasiswa yang idealis dan dapat beradaptasi dengan kehidupan kampus. Disadari atau tidak, agenda kemahasiswaan adalah salah satu factor yang mempengaruhi kultur di Fakultas ini. Mahasiswa Teknik yang dikenal konkret adalah salah satu indicator bahwa agenda kemahasiswaan yang ada masih layak untuk diterapkan. NAmun bukan tidak mungkin kedepannya akan ada perubahan formulasi mengingat kondisi yang sedikit banyak juga berubah. Singkatnya, dengan prinsip continuous improvement agenda kemahasiswaan di FT masih merupakan sebuah kebutuhan untuk membentuk karakter mahasiswa yang sejati.
0 comments:
Posting Komentar